![]() |
| Sumber: Google |
Penurunan produksi karet alam di Sumatera Utara terus
berlanjut karena musim gugur daun sudah memasuki fase kedua.
"Di Provinsi Sumatera Utara dan sentra produksi karet
yang berada di belahan utara khatulistiwa, gugur daun memang terjadi pada bulan
Januari sampai Maret," ujar Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah di Medan, Minggu (24/2/2019) seperti
dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan siklus perkembangan gugur daun dapat
dikelompokkan menjadi beberapa fase.
Fase pertama ditandai dengan munculnya tanda-tanda yang daunnya
telah menguning sebagian. Fase kedua, ditandai dengan daun dalam kondisi kuning
keseluruhan dan sebagian sudah gugur.
Fase 3 ditandai dengan seluruh daun sudah gugur dan mulai
muncul kuncup daun berwarna cokelat. Sedangkan fase 4 dan 5 ditandai dengan
daun mulai berwarna hijau muda serta terlihat sebagai daun berwarna hijau tua.
"Kelima fase tersebut memerlukan waktu sampai 3 bulan
dan Sumut sudah memasuki fase kedua," ujar Edy.
Edy menyebutkan setelah rendah hingga April, produksi karet
Sumut mengalami produksi tertinggi pada bulan Oktober Desember.
"Pengusaha dan petani karet berharap harga jual karet
meningkat di tengah produksi yang sedang turun," katanya.
Edy belum bisa menyebutkan produksi karet Sumut maupun
Indonesia di Januari dan Februari 2019.
Namun di 2018, pada Januari dan Februari, produksi karet
Indonesia, masing-masing sebanyak 295.000 ton dan 298.100 ton.
"Ada prediksi produksi karet alam Indonesia di 2019
menurun lagi dari 2018 karena sudah banyaknya pohon karet ditebang dampak harga
jual yang tidak menjanjikan," ujarnya.

Komentar
Posting Komentar